From Nothing To Something (Sebuah Renungan Tentang Kepantasan)

oleh : Mario Teguh

Mario teguh

Pada awalnya Diva (bukan nama sebenarnya) hanya seorang petugas kebersihan pada sebuah lembaga. Gaji yang diterimanya saat itu pun sangatlah minim yakni hanya Rp.200.000. Diva berkata di dalam hatinya “aku tak pantas lagi kerja di sini, aku harus berubah! tempat ku bukan di sini!” Begitulah hatinya bertekad setiap harinya. Berbekal gaji yang diterimanya tiap bulan, Diva “nekad” untuk mengikuti kursus komputer yang pada waktu itu absolutely tidak memiliki korelasi dengan pekerjaannya. Diva tetap nekad, dengan tekad “aku harus berubah!”.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun pun turut berganti. Berbekal selembar ijazah SMA dan sertifikat pendidikan komputer, Diva senantiasa berusaha keras untuk mencoba melamar pekerjaan yang lebih baik pada lembaga lain. Akhirnya perjuangan keras Diva membuahkan hasil, yakni saat Diva dipanggil tes pada sebuah lembaga dan berhasil lulus. Pada awalnya Diva hanya seorang karyawan biasa yang tugasnya “tukang ketik”, lambat laun Diva mulai berpikir “Aku tak pantas lagi bekerja pada posisi ini!”. Dengan tekad dan semangat yang keras Diva berusaha membuktikan pada pimpinannya, bahwa dia dapat memberikan kontribusi yang lebih baik bagi lembaga.

Hal itu ia buktikan dengan berjuang keras menempuh pendidikan pada jenjang sarjana. Saat ini Diva telah mendapatkan posisi kerja yang lebih baik, yakni telah memasuki wilayah kerja manajemen. Seperti biasanya DIva pun merenung “Aku tak pantas lagi bekerja pada posisi ini!”.

Dokter Bisnis dan para Super Member yang terhormat, semoga kisah ini dapat menjadi renungan bagi kita bersama, bahwa hidup memanglah sebuah perjuangan yang tiada henti. Untuk dapat mewujudkan mimpi-mimpi yang besar, maka terlebih dahulu kita harus menyusun segala hal dari langkah yang kecil. Keberhasilan tidaklah dicapai secara instant, namun memerlukan serangkaian proses yang panjang.l Apa yang pantas kita miliki saat ini, mungkin sudah tidak pantas lagi dimiliki esok hari. Namun satu hal yang penting, senantiasa bersyukur pada Yang Maha Kuasa terhadap segala nikmat dan karunia yang diberikan-Nya pada kita.

~ oleh Rendi pada Februari 9, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: